If something is worth doing, then it's worth doing right

INGET

Bangsa Elo Bangsa Penyampah, Lebih Baik Makan Dari Sampah Daripada dimakan Sumpah

Senin, 22 Maret 2010

Band Of Brother



Band of brother

Summary:lazfird
Film ini merupakan film mini seri yang dibuat oleh HBO yang terdiri dari 10 episode, menceritakan perjalanan dari sebuah pasukan bernama Easy Company, resimen ke 506 dari divisi terjun payung ke 101 nya Amerika.
Setiap bagian episode dimulai dengan adanya cerita atau kesaksian dari para pelaku yang ketika film ini dibuat masih hidup. Pasukan ini banyak terlibat dalam peperangan pada perang dunia ke 2, diterjunkan di Normandy pada awal penyerbuan ke eropa oleh sekutu untuk membebaskan eropa dari Jerman, kemudian terlibat dalam perang di Belgia, yang juga dikenal dengan Battle of the Bulge dan terakhir adalah merebut Sarang Elang Hitler "Hitler Eagle Nest".
Kisah terakhir dikisahkan  secara ringkas bagaimana keadaan mereka, para veteran perang ini menjalani hidup mereka setelah perang berakhir, yang kembali ke kehidupan  mereka dan berbagai pekerjaan sehari - hari dan bagaimana kebersamaan mereka selama perang tetap dipelihara dengan membuat perkumpulan para veteran dari Easy Company.

Band of brother Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/entertainment/movies/1922925-band-brother/


Manusia selalu cenderung untuk menjadi yang terbaik dari yang lain. Semuanya ingin terlihat hebat, atau setidaknya sedikit lebih hebat pada saat-saat tertentu. Tidak terkecuali anak-anak muda dari Amerika Serikat di masa Perang Dunia 2. Ketika teman-teman mereka mendaftar menjadi tentara tambahan, sekelompok anak muda ini tidak mau ditempatkan bersama mereka yang tidak berpengalaman, dan tidak memiliki keahlian. Sekelompok anak muda ini merasa bahwa tempat mereka adalah bersama kesatuan yang solid, kompak, dan memiliki skill yang mapan. Mereka merasa bahwa Divisi Lintas Udara (Airborne) adalah tempat mereka.

Mereka pun membayangkan, bagaimana rasanya terjun dari ketinggian, memakai lencana wing yang telah digosok, atau membluskan celana mereka kedalam sepatu. Diatas itu semua, adalah satu kesatuan pasukkan yang solid. Tidak ada pahlawan bagi mereka, karena menurut mereka kepahlawanan adalah cara untuk mati sebelum menyelesaikan tugas. Mereka lebih memilih bergerak bersama secara rapih, terorganisir, ketimbang bertindak nekat.

Itulah gambaran yang ditulis secara rapih oleh Stephen E. Ambrose, yang juga pengarang dari buku Citizen Soldiers. Buku kali ini ditulis Stephen E. Ambrose, secara lebih personal jika dibandingkan dengan buku Citizen Soldiers (Citizen Soldiers ditulis setelah Band of Brothers). Tidak seperti Citizen Soldiers yang menceritakan beragam kisah GI di medan perang Eropa, Band of Brothers hanya menceritakan kisah yang dialami oleh para prajurit di Divisi Lintas Udara (Airborne) ke 101, dimulai dari masa awal perekrutan, hingga setelah perang usai. Anda akan dibawa berjalan-jalan dari Camp Toccoa, operasi khusus di Pantai Normandia, Perang di Bastogne, hingga kunjungan ke Sarang Elang Hitler ketika Jerman telah kalah perang.

Pada buku ini pun anda akan menemukan beberapa karakter yang sering disebut-sebut dalam buku ini. Seperti Mayor Richard Winters, Kapten Herbert Sobel, Prajurit David Webster, dan lain-lain. Konflik antar karakter pun lebih ditonjolkan secara jelas. Seperti konflik Winters dengan Sobel di awal-awal kisah, ketika Winters masih di Camp Toccoa. Nyata benar bahwa Kapten Herbert Sobel tidak hanya instruktur yang dibenci oleh Winters saja, melainkan oleh hampir seluruh penghuni Camp Toccoa:

Sobel memiliki wewenang atas mereka. Letnan Winters memiliki rasa hormat mereka. Kedua orang itu sudah pasti akan bertarung. Tidak ada orang yang pernah mengatakannya secara langsung, dan tidak setiap orang di Kompi Easy mengakuinyapa yang sedang terjadi, dan Winters tidak menginginkanya dengan cara itu, namun mereka itu sedang bersaing untuk menjadi pemimpin.

Kedongkolan Sobel terhadap Winters mulai ketika minggu pertama di Toccoa. -Dikutip dari halaman 15


Stephen E. Ambrose tetap tidak kehilangan gaya menulis kisah pertempurannya: detail, jelas, memancing imajinasi, dan bahasa yang populer:

Prajurit Don Hoobler berada di Pasukan 3, Peleton Satu, bersembunyi dalam sebuah pintu gerbang. Ia ingin memperlok-olokkan Prajurit Farris Rice, lalu ia membuat sebuah suara yang menyerupai peluru meriam yang sedang datang. Rice tiarap di tanah. Kejadian itu menjadikan Hoobler tertawa terbahak-bahak, "Ha! Ha! Ha! Ha! Aduh kamu benar-benar kena kali ini!"

"Persetan kamu, Hoobler, itu perbuatan yang jahat sekali!"

Bzzyou . . . Boooom! Sebuah peluru masuk ke dalam. Hoobler berhenti tertawa.

Judul : Band of Brothers -Ikatan Persaudaraan- : Kompi E, Resimen 506, Lintas Udara 101 dari Pantai Normandia sampai ke Sarang Elang Hitler
No. ISBN : 976-461-629-X
Penulis : Stephen E. Ambrose
Penerjemah: A. Rahman Zainuddin
Penerbit : Yayasan Obor Indonesia
Tanggal terbit : September 2006
Kategori Sejarah
Bahasa Indonesia

Prev: Citizen Soldiers - Tentara Sukarela: Tentara Amerika Serikat dari Pantai-pantai Normandia ke Bulge sampai Menyerahnya Jerman, 7 Juni 1944-7 Mei 1945

Tidak ada komentar:

Posting Komentar