If something is worth doing, then it's worth doing right

INGET

Bangsa Elo Bangsa Penyampah, Lebih Baik Makan Dari Sampah Daripada dimakan Sumpah

Minggu, 18 September 2011

tukang kebun


TUGAS

DAFTAR ISTILAH
PKS : Pabrik Pengolahan tandan buah segar kelapa sawit
TBS : Tandan buah segar kelapa sawit
Replanting : penanaman kembali dengan tanaman sejenis
Konversi : Penanaman kembali menggunakan tanaman berbeda
Bibit : Bahan tanam berupa tanaman muda
Kecambah : Bahan tanam berupa biji yang telah bertunas
Media tanam : bahan yang digunakan sebagai tempat tumbuh tanaman
Top soil : lapisan tanah teratas lebih kurang 20 cm
Bedengan : tempat penyusunan polybag dalam prenursery
Baby polybag : polybag yang berukuran( 0,075 mm x 15 cm x 23 cm)
Large polybag : polybag yang berukuran( 0,15 mm x 35 cm x 50 cm)
Mulsa : bahan organik yang digunakan untuk menjaga kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan gulma
Acces root (AR) : jalan penghubung dari jalan negara kekebun atau PKS
jalan kontur : jalan yang dibangun pada areal berbukit yang dibuat dengan memotong kontur dengan lebar 7 m yang berfungsi sebagai MR dan CR
LC (Land clearing) : pembukaan lahan
Imas : kegiatan memotong anak kayu yang ukuran diameternya dibawah 10 cm
Merumpuk : kegiatan mengumpulkan sisa-sisa pembersihan lahan
Wipping : pengendalian ilalang secara manual
Widding piringan : pembersihan gulma dalam piringan
Titi panen : jembatan yang digunakan sebagai jalur pengangkutan buah
Angkong : alat pengangkut buah ke TPH
Gawangan mati : gawangan yang digunakan sebaga tempat pengumpulan pelempah
Jalan tikus : jalan yang digunakan untuk melaksanakan fungsi pengontrolan tanaman
Mandor : orang yang bertugas membantu pekerjaan asisten
Sanitasi :kegiatan perawatan (pembuangan pelepah, pembersihan piringan, pembersihan gulma) yang bertujuan untuk mempermudah proses panen
Sadap/deres : kegiatan pelukaan batang pohon karet untuk memperoleh getahnya
Lateks : getah karet
Topping : pemotongan tajuk pohon karet dalam upaya mempersiapkan bidang sadap
Kaki gajah : akar tanaman yang berada diatas permukaan tanah (bonggol)
Kebun entrees : kebun tanaman yang dipersiapkan sebagai bahan untuk memperoleh mata entrees
Okulasi : proses penempelan mata tunas kebatang pohon karet dalam pemuliaan tanaman (untuk mendapatkan bibit unggul)
Lum : karet atau lateks yang kering dibatang atau di tanah.









TEMA KREATIVITAS “ HIASAN DINDING HERBARIUM GULMA PERKEBUNAN”
Bahan :
1. Koran Bekas
2. Triplek ukuran A3
3. Plastik transparan
4. Scrup buat gantungan 1 buah
5. Doble tip
6. 1 jenis gulma (dari akar sampai daun)
7. Alcohol 70 %
Alat:
1. Staples
2. Lakban
Cara pembuatan:
1. Bersihkan gulma dari kotoran
2. Penyemproran alcohol ke specimen agar tetap segar
3. Bungkus specimen dengan Koran bekas kemudian press/jepit (dibawah kasur/karpet juga bisa)
4. Laminating
5. Tempelkan pada triplek kemudian dilakban dan pasang plastic transparan (proses pembingkaian)
6. Pasang scrup dan siap dipajang

LAPORAN FIELD VISIT

1. Prunning 30 bulan
Lokasi kegiatan: P09201
Luas: 69 ha
Progeny: tenera (kompek) hasil persilangan antara Pasifera (jantan) dan Dura (betina).
Pada tanaman sawit kegiatan pruning ini dilakukan beberapa kali yaitu sebagai berikut:
- Pruning 12 bulan
- Pruning 18 bulan (kastrasi)
- Pruning 24 bula (membuang buah pasir), catatan pada umur 25 bulan merupakan panen scot (scot harvesting) yaitu membuang buah pasir, buah busuk, dan ambil buah yang bagus.
- Pruning 30 bulan
- Pada umur 31 bulan tanaman masuk kedalam TM 1.
Kegiatan pruning 30 bulan adalah kegiatan pruning yang dilakukan pada saat tanaman sawit berumur 30 bulan dengan tujuan untuk mempermudah pekerjaan selanjutnya.
Fungsi dan tujuan pruning 30 bulan:
a) Tujuan utamanya adalah untuk sanitasi (mencegah serangan Virataba/kumbang yang menggerogoti buah muda)
b) Membuang pelepah yang busuk/kering dan tidak berguna lagi
c) Membuang pelepah yang telah menyentuh tanah
d) Membuang pelepah tandan bawah paling tua
e) Mempermudah pengambilan brondolan
f) Mempermudah cyrcle praying
Pruning 30 bulan dilakukan dengan cara membuang pelepah buah terakhir, dilakukan dengan cara tidak terlalu dipaksakan karena dapat membahayakan dan selalu memperhatikan prinsip jumlah pelepah minimal tanaman sawit yaitu antara 48-56 pelepah.
Kegiatan pruning 30 bulan ini dilakukan oleh 2 HK untuk lahan seluas 68 Ha. 1 HK mampu menyelesaikan 0,4 Ha sehari.
2. Kegiatan bongkar kayu anak
Lokasi kegiatan: P10201
Tahun tanam: Desember 2010
Luas: 59 Ha
Bongkar kayu anak merupakan kegiatan perawatan tanaman dengan melakukan pembongkaran atau pencabutan gulma-gulma berkayu yang dapat berkembang menjadi semak pada lokasi tanaman sawit sehingga menggagu pertumbuhannya. Pada areal TBM kegiatan ini dilakukan setiap 3 bulan sekali.
Tujuan kegiatan:
- Agar areal penanaman sawit tidak semak
- Membuang gulma-gulma kayu seperti senggani (Melasthoma malabathricum)
Pekerjaan ini dilakukan minimal oleh 20 HK, namun pada saat ini sedang tidak ada tenaga kerja jadi pekerjaan ini dikerjakan hanya oleh 8 HK dan mampu menyelesaikan 0,5 Ha per hari.

LAPORAN FIELD VISIT

1. Leaf Sampling Unit (LSU) Karet
Leaf Sampling Unit (LSU) adalah kegiatan pengambilan sample daun untuk mengetahui atau untuk keperluan analisa kandungan unsur-unsur tertentu.
Di pt bakrie Sumatra plantation, unsur-unsur yang dianalisa dari sampel daun antara lain nitrogen (N), Phospor (P), kalium (K), kalsium (ca) dan magnesium. Data analisa dari kandungan unsur tersebut nantinya akan digunakan sebagai pedoman dalam rekomendasi pemupukan. Kegiatan pengambilan sampel daun dan analisa kandungan unsur hara ini dilaksanakan oleh Bakrie Agronomist Research Institute (BARI).
2. Waktu dan tempat kegiatan
Kegiatan pengenalan LSU di lapangan dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 22 Agustus 2011 di kebun karet Serbangan Estate divisi 2. Kegiatan berlangsung dari jam 5.30 sampai jam 12.00 wib.
3. Tujuan kegiatan
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan kepada para peserta MT8 cara atau metoda pengambilan sampel daun dalam leaf sampling unit (lsu) untuk analisa kandungan unsur hara tanaman karet.
4. Uraian kegiatan dan pengamatan
4.1. Tim pengambil sample daun
Pengambilan sampel daun untuk analisis dilakukan oleh satu tim pengambil sampel yang terdiri dari seorang mandor dan 2 orang pekerja. Tim menggunakan peralatan berupa galah yang dilengkapi egrek, gunting, kapas, aquades, plastic pembungkus, dan kertas label 2 buah.
4.2. Metode dan ketentuan pengambilan leaf sampling unit (lsu)
Dalam menentukan pokok-pokok yang akan dijadikan sample, hal-hal yang menjadi acuan adalah sebagai berikut:
Topografi lahan
Jenis klon
Umur tanaman
Sistem sadap

LAPORAN FIELD VISIT

Kelompok 1 : Hendra Jaya, Surahman, Marda Deta, Isnaini Fatimah, Desi Nurmayati
Tempat dan waktu : Aek Salabat Esteate Div.1 Sabtu, 20 Agustus 2011
Pembimbing lapang : Bpk. Said (Ast. Senior)
Materi : Perkebunan Karet yang Layak dan Berkelanjutan

Tujuan utama dalam pengembangan tanaman karet adalah untuk mendapatkan produksi atau hasil maksimal dan berkelanjutan. Untuk memenuhi tujuan tersebut maka diperlukan suatu pengelolaan dan perencanaan yang benar-benar matang. Pengelolaan yang baik dan perencanaan yang matang ini harus dimulai dari tahap awal hingga akhir secara berkelanjutan. Dalam upaya mengembangkan tanaman karet secara berkelanjutan ini dibutuhkan suatu pemahaman tekhnik pengembangan dan budidaya yang baik dan benar yang kemudian diaplikasikan secara konsisten. Keseluruhan kegiatan tersebut merupakan bagian dari suatu manajemen yang baik.
Manajemen perkebunan karet merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari seluruh anggota serta penggunaan semua sumber daya yang ada pada kebun untuk menghasilkan pohon-pohon karet yang produktif dan berkelanjutan. Dalam manajemen dan teknologi perkebunan tanaman karet ini harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Syarat tumbuh tanaman karet
b. Klon-klon karet rekomendasi
c. Nahan tanam/bibit
d. Persiapan tanam dan penanaman
e. Pemeliharaan tanaman
f. Pemeliharaan tanaman: pengendalian gulma, pemupukan, dan pengendalian hama penyakit
g. Penyadapan/panen
Pada saat ini, untuk mendapatkan suatu areal yang luas dan mendukung dalam pengembangan tanaman karet bukanlah hal yang mudah. Untuk itu diperlukan suatu teknik-teknik tertentu dalam mengatasi tantangan tersebut. Keadaan seperti ini tentunya akan membutuhkan suatu pengorbanan dalam hal biaya. Seperti halnya dalam field visit yang telah dilakukan pada salah satu areal perkebunan PT Bakrie Sumatera Plantations.Tbk di Aek Salabat Estate. Kondisi lahan yang curam dan ekstrim menjadi sebuah tantangan dalam pengelolaan dan pengembangan tanaman karet. Pengelolaan areal yang curam dan ekstrim untuk pengembangan tanaman karet dapat dilakukan melalui beberapa perencanaan kegiatan-kegiatan seperti berikut ini:
a. Persiapan lahan
Persiapan lahan yang dilakukan di aek salabat estate meliputi kegiatan sebagai berikut:
• Penumbangan: penumbangan dilakukan secara mekanis menggunakan cain saw.
• Perumpukan: perumpukan dilakukan untuk mengumpulkan sisa-sisa pohon yang ada pada areal yang akan digunakan menanam karet. Pada lahan yang datar perumpukan dilakukan per 6-10 pokok tanaman. Yang sebelumnya telah dilakukan pemancangan dan ditandai menggunaka bendera pada setiap 50 m. Sedangkan pada areal yang berteras perumpukan dilakukan pada daerah lembah/low land.
• Pembuatan teras: pembuatan teras dilakukan untuk menghindari terjadinya erosi dan aliran permukaan. Permbuatan teras dimulai dari atas dan memotong kontur. Lebar teras 4-6 m.
b. Penanaman LCC
• Jarak tanam:
• Tehnik penanaman: penanaman dilakukan pada setiap gawangan.
c. Penanaman
• Jarak tanam yang digunakan: jarak tanam yang umumnya dipakai pada karet di PT BSP adalah 6,5x3m
• Lubang tanam: ukuran lubang tanam yang digunakan adalah 30x30x30

d. Pemeliharaan
• Pemeliharaan gulma
• Pemupukan

LAPORAN FIELD VISIT

Kelompok 1 : Hendra Jaya, Surahman, Marda Deta, Isnaini Fatimah, Desi Nurmayati
Tempat dan waktu : Gurach Batu Esteate Divisi II pada Rabu 10 Agustus 2011
Pembimbing lapang : Bapak Tumin (Ast. Senior)
Materi : Kebun Entres

URAIAN PENGAMATAN
Berdasarkan rekomendasi dari SIRAT maka pada kebun entres di Divisi III Gurach Batu dikembangkan 9 klon tanaman karet. Klon-klon tersebut adalah sebagai berikut:
a) PB330
b) PB260
c) PB340
d) PB217
e) PM10
f) RRIC100
g) RRIM921
h) T3401
i) T3601
Luas total afd.2 adalah 810 ha (680 ha karet dan 183 sawit), luas kebun entres 6 ha.

1. PERSIAPAN LAHAN KEBUN ENTRES
Persiapan lahan/penataan areal:
a) Penentuan areal: syarat (areal harus datar, tidak terlindung, tidak tergenang bila hujan, dan bukan areal bekas penyakit)
b) Pembukaan lahan: lahan harus bersih dari hama penyakit terutama busuk akar, lokasi yang akan dibangun sebagai kebun entres harus jauh dari kebun TBM atau TM untuk menjaga kemurnian batang entres
c) Kegiatan yang dilakukan dalam pembukaan dan persiapan lahan: imas, tumbang, rencek/perun, rumpuk (untuk entres rumpukan dilakukan diluar areal entres), pancang (untuk jarak tanam), pengolahan tanah (kegiatan paling penting untuk dilakukan untuk menghindari HPT)
d) Kegiatan pengolahan tanah: ripping 1, ripping 2, ayap akar 1, cangkul 1, ayap akar 2, cangkul 2, ayap akar 3, harrow
e) Dibuat plot-plot untuk setiap jenis klon (luas plot berbeda-beda disesuaikan dengan kebutuhan) dan pada sudut tiap plot dipasang patok yang menunjukkan nomor plot, jenis klon, jumlah tanaman, dan jumlah baris tanaman
f) Dilakukan penaburan kapur/belerang yang bertujuan untuk mencegah adanya penyakit JAP

2. PENANAMAN
a) Jarak tanam yang digunakan: 1,5 x 1,5
b) Pembuatan lubang tanam: 45(P) x 45(L) x 60(D)
c) Bibit yang digunakan untuk kebun entres berasal dari bibit okulasi (klon yang diinginkan) yang telah siap tanam (2-2,5 bulan atau telah memiliki payung 1 tua)
d) Disediakan 10% - 15% kebutuhan bibit di kebun entres untuk mejaga jumlah planting point
e) Sebelum penanaman lubang tanam ditaburi dengan RP
f) Penanaman (polybag dibuka pada saat penanaman)

3. PEMELIHARAAN ENTRES
a) Clean Weeding: kegiatan pembersihan tanaman dari gulma pengganggu secara total (s/d umur 12 bulan), lakukan blanket spraying bila tanaman sudah memungkinkan 4x setahun
b) Penunasan tunas palsu yang keluar dari batang bawah (membuang tunas yang tidak diharapkan)
c) Pemupukan: NPKMg 15:15:6:4 dosis 4 gram/polybag dilakukan setiap 2 minggu sekali, dilakukan selama 12 bulan

4. PEREMAJAAN KEBUN ENTRES
a) Cut back entres di atas crown 30 cm dari mata tunas, berumur 3-4 bulan dan pelihara 2 tunas yang akan digunakan untuk entres okulasi
b) setelah entres bercabang 2, potong lagi kedua cabang dan pelihara 2 tunas lagi yang posisinya berhadapan. Pelihara 4 tunas yang jagur.
c) setelah entres bercabang 4, potong kembali keempat tunas diatas crown 30 cm sehingga didapat cabang sebanyak 8 tunas. Kemudian dilakukan seleksi pada tunas-tunas yang kerdil, tumbuh mendatar sehingga jumlah tunas yang dipelihara maksimal 6 cabang.

5. CUT BACK (PEMOTONGAN BATANG ENTRES UNTUK MENDAPATKAN BATANG BARU)
a) alat yang digunakan: gergaji, kuas, lilin, kaleng pemasak lilin.
b) Pelaksanaan cut back dari batang entres untuk okulasi coklat dan hijau: potong miring pangkal batang entres 30 cm dari pertautan okulasi (maks. 2 btg per pokok), kalo ada 3 batang atau lebih buang batang tersebut dan sisakan, 2 kemudian olesi dengan lilin.
c) Dari batang entres coklat (untuk okulasi hijau): potong miring cabang entres 60 cm dan potongan harus sudah coklat, olesi lilin pada setiap bekas potongan
d) Lakukan perawatan: untuk entres coklat pelihara 2 tunas maksimal per pokok dan untuk entres hijau pelihara 4 tunas (cabang maksimal 8 tunas), penyemprotan Daconil WP 0,2% pada daun yang menunjukkan gejala penyakit
e) Lakukan pemupukan sesuai rekomendasi

6. OVER BUDDING
Over budding adalah kegiatan mengokulasi ulang pokok entres yang dilakukan dengan maksud untuk menggati dengan klon karet baru dengan menggunakan tanaman klon lama sebagai batang bawah, untuk mempertinggi tingkat kemurnian klon entres, untuk menambah jumlah tunas pada pokok entres.
Cara kerja yang dilakukan sama dengan kegiatan okulasi pada umumnya, hanya saja pada over budding ini sebagai tanaman bawah adalah tanaman klon yang lama dan tanaman atas adalah tanaman klon yang diinginkan.
Alat dan bahan: pisau okulasi, batu asah, plastik pembalut transparan, kain lap, mata entres, lilin, kaleng pemasak lilin.

Rekomendasi pemupukan entres ≤ 12 bulan:
Umur (bulan) NPK ZA Urea Rp MOP Kies
0 150
1 50
3 50 75
5 100
7 100 100
9 100
12 100 100

Pembongkaran kebun entres: pembongkaran kebun entres dilakukan menurut kebijakan manajemen.

LAPORAN FIELD VISIT

Kelompok 1 : Hendra Jaya, Surahman, Marda Deta, Isnaini Fatimah, Desi Nurmayati
Tempat dan waktu : Tanah Raja Esteate Div.3 Sabtu, 20 Agustus 2011
Pembimbing lapang : Bpk. Juarno (Ast. Senior)
Materi : Aktivitas Selain Penyadapan

HASIL DAN PEMBAHASAN
Semua kegiatan yang akan dilakukan setiap hari harus direncakan dengan baik oleh seorang asisten lapang. Perencanaan merupakan persiapan untuk kegiatan yang akan dilakukan pada esok hari, dibuat pada buku program kerja tujuannya untuk mempermudah kerja.
Kegiatan harian selain penyadapan meliputi beberapa kegiatan berikut:
a) Pembuatan kawat mangkok
Kawat mangkok dibuat menggunakan kawat baja dengan ukuran 0,5 mm dengan panjang 100 cm untuk setiap 1 kawat mangkok. Keliling lingkaran buat mangkok dibuat selebar 37 cm ini untuk mangkok ukuran 750 cc.
Cara pembuatan: melingkarkan kawat pada batang yang telah disediakan dengan keliling 37 cm, kemudian ambil bagian tengah kawat dan putar lilitan sebanyak 3-4 kali dan kawat lebihnya dibengkokkan ke belakang sebagai penjepit kebatang pohon

Untuk kebutuhan 34 ha= 50% jumlahnya 7000 kawat mangkok. Dengan planting point 512 pokok per hektar. Tenaga kerja yang digunakan adalah tenaga kerja harian.Target pembuatan 5 hari, dimana 1 orang pekerja mampu menghasilkan 400 kawat mangkok/hari dan 1 kg kawat baja dapat digunakan untuk membuat kawat mengkok sebanyak 52 biji.

b) Perawatan jalan dan jembatan
Kegiatan perawatan jalan dan jembatan ini idealnya dilakukan 2 kali dalam setahun, namun ada kemungkinan kegiatan ini dilakukan lebih dari 2 kali karena faktor-faktor lain seperti hujan yang terus menerus sehingga menyebabkan jalan rusak dan perlu dilakukan penimbunan, dan lain sebagainya.
Kegiatan perawatan jalan yang dilakukan seperti pembuatan talang air, membersihkan parit/selokan dipinggir jalan (parit 3/2) dan penimbunan jalan yang berlubang.
Tenaga kerja yang digunakan adalah tenaga harian yang jumlah dan lamanya bergantung kepada tingkat kerusakan jalan yang terjadi.

c) Perawatan saluran air
Kegiatan perawatan saluran air ini merupakan kegiata pembersihan saluran drainase yang ada pada areal kebun agar aliran air lancar tanpa hambatan.
Beberapa tipe parit:
- Parit alur (sungai alam) ukurannya beragam sesuai bentuk alam.
- Parit primer dengan ukuran 4 x 4 atau parit 8/6
- Parit sekunder dengan ukuran 2 x 2 atau parit 4/3
- Parit tersier dengan ukuran 1 x 1 ata parit 3/2 (tulang ikan)
Alat yang digunakan untuk pembersihan parit secara manual adalah garpu, parang/sabit.
Kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan rumput dalam parit, tamping (membersihkan areal pinggiran parit), kaki lima parit, pengangkatan lumpur bawah parit keatas dan meletakkannya 1-2 meter dari bibir parit.
Kegiatan perawatan parit dilakukan 2 kali setahun, dan laporan kemajuan kerja dibuat per hari. Biaya yang dikeluarkan dalam pembersihan parit ini adalah Rp 15.000/rantai, dimana 1 rantai sama dengan 20 meter. Sehingga biaya yang dikeluarkan adalah biaya total per meter dikalikan dengan panjang parit. Dalam 1 hari biasanya 1 orang pekerja mampu membersihkan parit sepanjang 2 rantai (untuk parit ukuran 4/3). Dalam kegiatan pembersihan parit ada spect-spect (criteria) tertentu yang harus dilakukan oleh pekerja, oleh karena itu kegiatan ini harus diawasi dengan teliti agar hasilnya sesuai dengan spect yang diinginkan.

d) Perawatan teras
Kegiatan perawatan teras dilakukan 2 kali setahun.