Lestari Alamku Lestari Negeriku Lestari Hutanku Lestari Indonesiaku (If something is worth doing, then it's worth doing right)
INGET
Rabu, 03 Maret 2010
Semeru Ada Di Bogor Kata Siapa?
Gunung Semeru
Topografi dan Iklim
Vegetasi dan Keanekaragaman Hayati
Rute Pendakian
Jalur Senduro–Lumajang
Jalur Tumpang - Malang

Cara Budidaya Jabon (Anthocephalus cadamba)
Sebelumnya saya jelaskan masalah metode ukuran jarak tanam pohon jabon pada umumnya :
*Jabon dapat hidup pada ketinggian 0-1000 dpl (dari permukaan laut)*
Pola Hutan Rakyat Umumnya menggunakan jarak tanam 2 x 2,5 m. namun hasil pertumbuhan dan perkembangan diameternya tidak begitu cepat dan maksimal, cara ini biasanya digunakan masyarakat dengan membiarkan tumbuh liar dengan sendirinya ibarat hutan.
Buka Lobang Lebar.25 Cm x Panjang.25 Cm x dalam 60 cm. (Lihat Gambar.)
Lalu masukan Kompos+NPK 2,5 gr (campur) sebagai pupuk dasar diendapkan dilubang berbentu kerucut kebawah untuk akar setinggi 30 cm (dapat langsung tanam/3-7 hr kemudian baru tanam),kemudian tusuk lubang endapan kompos tersebut dengan kayu/tombak sehingga berbentuk lubang yg sesuai untuk tempat semayaman akar,masukkan bibit yang polibagnya sudah dibuka/disobek kedalam,Masukan akar terlebih dahulu lurus kebawah,lalu isi tanah kompos sebagai penutup akar dengan tanah setinggi 20 cm,hingga tersisa lubang 10 cm sebagai kantong air.
Perawatan :
Semprot Pestisida secara aktip per 1 atau 2 minggu sekali selama 3-5 bulan tergantung keadaan gangguan, agar daun tidak dimakan ulat.setelah daun cukup banyak pengusida sudah tidak perlu disemprotkan lagi,sebab daun tidak akan habis dimakan ulat sebab daun sudah banyak.
Pemupukan :
untuk pertumbuhan, pemupukan dapat dilakukan Minimal cukup sampai usia 3 tahun, (sudah bagus, karna untuk 3 tahun keatas sumber makanan unsur hara dari serasah yang terdekomposisi secara alami selama 1-3 tahun telah mengurai menjadi unsur hara dan kesimbungan dekomposisi serasah 3-6 tahun, yang mana jabon dapat hidup dengan PH 4,5 (Masam) - 7,5 (Basah), Masam : Unsur Mikronya banyak & Unsur Makronya sedikit, Basah : Unsur Makronya banyak & Mikronya sedikit), cukup kompos/Bokhasi/Pupuk Kandang + NPK, Periode pemupukan 1-2 kali/setahun.
awal tanam - 1 Tahun : NPK 1 sendok makan (tabur jgn kena/menumpuk pada batang pangkal)
1 Tahun - 2 Tahun : Kompos/Bokhasi/Pupuk Kandang 05 kilo + NPK 2,5 On
2 Tahun - 3 Tahun : Kompos/Bokhasi/Pupuk Kandang 10 kilo + NPK 5,0 On
Dapat juga hanya dengan kompos :
1 Tahun - 2 Tahun : Kompos/Bokhasi/Pupuk Kandang 20 Kilo
2 Tahun - 3 Tahun : Kompos/Bokhasi/Pupuk Kandang 20 kilo
Kompos sangat penting peranannya,kompos/Bokhasi/Pupuk Kandang berperan sebagai absorbent yg dapat menyimpan mineral & unsur hara dan memperlancar pertukaran kation didalam tanah. tampa kompos/Bokhasi/Pupuk Kandang tanah semakin lama semakin jenuh,jika tanah jenuh pemberian pupuk menjadi sia-sia dikarenakan tanah jenuh tidak dapat lagi mengikat mineral sehingga pupuk yang diberikan tidak dapat mengurai kedalam tanah dan akan menguap atau tercuci, kompos memperbarui kondisi tanah dan menjadikan tanah disekitar pangkal pohon/akar menjadi lembab dan subur, dengan kompos pupuk yang diberikan dapat mengurai dengan baik sehingga akar menjadi mudah menyerap unsur hara tersebut. *PUPUK KANDANG YANG BELUM MATANG TIDAK BAIK DIGUNAKAN UNTUK PEMUPUKAN, PUPUK KANDANG YANG SUDAH MATANG DITUNJUKAN DARI TIDAK BERBAU KOTORAN,TAPI BERBAU HUMUS(TAHAH) DAN TIDAK PANAS*
Perawatan Kebersihan disekitar pohon,agar sumber makanan akar tidak terganggu dan dapat maksimal diserap akar pohon, minimal perawatan sampai usia 1 tahunan, Sampah serasah di kumpulkan menjadi Ring keliling Pohon dengan radius jarak 1 meter, agar serasah cepat terdekomposisi bermanfaat menjadi Hara ,serasah disiram Bakteri Pengurai agar cepat Permentasi,untuk selebihnya dapat juga dibiarkan,sebab daya serap akar sudah kuat.
Bintang, Aku Tetap Optimis
Menatapnya yang ada jauh di atas
Tapi, lama waktu berjalan
Lelah datang,
Lelah karena kepala ini terus menengadah memandangnya
Aku berangan-angan,
Apa memang pantas aku memiliki bintang itu?
Apa bisa aku merenggutnya dari atas sana?
Apa itu mungkin?
Semua pertanyaan itu mengalun di kepalaku
Dan membuat hatiku jadi ciut untuk memandang mengharapkannya
Mungkin aku akan mencari yang lebih pantas untuk kumiliki dari pada bintang itu,
Pikirku sesaat,
Tapi, seberapa yakin kau akan menemukan yang pantas untukmu?
Mungkin masih waktu yang akan menjawab
Tapi bagaimana kalau perjuangan bisa membuatku pantas memiliki bintang itu?
Karena cinta yang pantas kita dapat akan mendapat hasil, sebagaimana perjuangan kita lalui
Karena memang semestinya sesuatu yang berharga (bintang itu)
Yang ingin kita miliki harus didapat dengan penuh pejuangan dan doa
Karena itu, aku rasa sekarang, aku akan tetap memandang bintang itu
Dan kuyakini aku bisa memilikinya
Walau masih ada kemungkinan aku takkan mendapatkannya
Tapi jika itu memang adanya,
Aku takkan menyesal, karena aku bangga atas semua perjuanganku
Menjadi bagian dari perjuangan meraih bintang
Aku tetap tersenyum dan sesekali memandang bintang itu
Aku Mau Senyummu
Kutunduk malu tertawa geli
Alunan piano mengalun, menyampaikan pesan kasih untuknya
Tak pernah bosan aku memandang senyumu
Ingin ku punya senyum itu abadi
Ku bawa hingga mimpi dan setiap waktu ku bernafas
Ingin ku bagi separuh hidupku untuknya
Dengan iringan nada penuh haru yang akan buatmu melepas semua penat
Kan kukepakan sayap untuk memeluk semua rasa lelahmu dan membuangnya
Membuangnya, dan di hidupmu hanya ada aku
Hanya aku . . .
Cerita Kepada Sang Ayah
Bogor Malam Ini
Tak gentar aku berjalan menyusuri kehidupan malam dikota ini
Dari tempat persembunyian yang rusuh dan kumuh aku berhembus mengikuti kata hati yang mulai berontak dan tak kunjung diam
Aku lemah, aku ikuti saja kemana kaki ini melangkah
Deru mesin-mesin ditengah keramaian kota siang tadi terasa mengganggu pikiranku
Teriknya matahari seolah membakar kulit dan telapak kakiku
Membakar hati dan imajinasiku
Membakar jiwa jiwa dan hatiku yang malang
Berkecamuk desah, amarah, bagai bencana datang menghujam
Pecah berantah hancur terpuruk
Jeritan bencana telah tersiar sedari tadi
Tampaknya benar bahwa alam sudah bosan melihat tingkah kita
Tampaknya benar bahwa alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Tahukah kau bahwa Alam ini ternyata lebih malang nasibnya dibanding nasibku
Tahukah kau bahwa alam ini ternyata lebih tersiksa dibanding aku
Alam pun diam, bertanya aku padamu hatiku
Alam pun diam, bertanya aku pada jiwaku
Oh, terperanjat aku melihat sekelilingku
Berkilau cahaya tiba-tiba ada dihadapanku
Berdiri kokoh sebuah tugu membawa kujang gagah perkasa
Apakah aku bermimpi…
Apakah aku berhalusinansi, melamun dan mengigau seperti kerbau yang diam dengan tatapan kosong yang tak ada artinya?
Ohh sakit…
Sakit, bagai lebah menggigit lengaku
aku cubit sekali lagi, oh tidak…
Ini adalah nyata
Ini bukanlah maya
Samar-samar kudengar suara merdu dijalanan
Suara itu…
Suara itu adalah dentingan gitar anak jalanan disebuah perapatan jalan
Gemuruh angin menyapu tubuh dan menaikkan bulu kudukku
Indah….
Damai…
Tenteram bagai hidup terbang melayang…
Terbebas aku dari beban-bebanku yang menyiksa itu
Terlepas aku dari lilitan persoalan dunia saat itu
Aku senang…
Aku bahagia…
Aku ingin suasana kota malam ini menjadi sebuah perenungan panjang dalam hidupku
Aku ingin suasana malam dikota ini menjadi sebuah perenungan panjang bagi mereka para penegak hukum
Aku ingin suasana malam dikota ini menjadi sebuah perenungan panjang bagi mereka penguasa bangsa ini
Aku senang aku hidup malam hari ini













