If something is worth doing, then it's worth doing right

INGET

Bangsa Elo Bangsa Penyampah, Lebih Baik Makan Dari Sampah Daripada dimakan Sumpah

Selasa, 28 September 2010

BAHASA INDONESIA ITU TIDAK SESULIT YANG DIBAYANGKAN ! ! !

Sulitnya Berbahasa Indonesia

Bahasa Indonesia itu sulit dan menyulitkan, penyebabnya adalah karena bahasa Indonesia itu mudah. Dalam konteks blogosfer saya persempit ke dalam penggunaan bahasa Indonesia dalam tulisan saja, sebab menulis adalah sarana dengan upaya yang lebih murah dibandingkan dengan merekam ucapan kita dalam bentuk podcast atau videoblog.

Dalam pikiran saya sendiri termasuk ekspresi yang tertuang dalam tulisan-tulisan blog ini, saya berusaha menulis dengan bahasa Indonesia yang benar. Tentunya selalu disertai dengan kesalahan ejaan, tanda baca atau struktur kalimat. Setidaknya upaya mengacuhkan aturan tetap lebih baik daripada asal tulis yang berprinsip pada kebebasan berbicara. Kebebasan bukanlah lepas dari aturan, etika atau common-sense, apalagi kebebasan berbicara yang sering membuat orang lupa pada kebebasan yang jauh lebih hakiki, yaitu kebebasan berpikir. “Haree genee masih pake rington monoponik?” adalah ekspresi kebebasan berbicara, namun anda akan menemukan makna lain saat mendengar, “Haree genee masih ngomong haree genee?” Ada unsur penyanggahan pemikiran yang kontra positif meski tidak dalam tatanan bahasa Indonesia itu sendiri.

Bahasa Indonesia itu mudah

Kita mempelajari dan menggunakan bahasa Indonesia setidaknya dalam rentang pendidikan formal, bahkan sampai ke tingkat pertama universitas. Sebuah rentang yang panjang untuk memahami sebuah ilmu bahasa di mana bahasa Indonesia adalah bahasa nasional. Saya asumsikan mereka yang mendapatkan pendidikan formal mampu berbahasa Indonesia dengan mengabaikan faktor benar-salah dan baik-buruk. Dengan asumsi tersebut saya simpulkan bahasa Indonesia itu mudah.

Namun ternyata tidak sedikit juga yang mengatakan bahasa Indonesia itu sulit. Kemungkinan karena faktor mudahnya itu menjadikan paradigma mudah dikacaukan atau mudah dibuat slengean, sehingga muncul kesulitan saat harus menulis yang benar, apalagi yang baik.

Seiring kita belajar bahasa Indonesia yang benar, di luar sekolah kita berhadapan dengan media yang mempunyai pengaruh kuat kepada masyarakat dalam berbahasa. Dahulu di sekitar tahun 1980-an jika kita mendengar radio, menonton TV dan membaca koran kita menemukan kualitas bahasa yang jauh lebih baik daripada saat ini. Kini malah sebaliknya, media memasyarakatkan ekspresi slengean, menulis berita formal dengan gaya slengean juga, bahkan ditambah dengan penulisan tanda baca yang berantakan.

Paradigma “yang penting yang baca ngerti” sering dijadikan alasan untuk kemudahan sebaran informasi. Namun di sisi lain upaya tersebut tidak mencerahkan dan mencerdaskan. Kadang saya sendiri mendapat komentar di blog ini mengenai bahasa yang saya tulis sulit dimengerti, namun prinsip saya tetap, yaitu menulis dengan kaidah yang benar, berupaya benar. Saya biarkan kuantitas sebaran informasi berkurang, namun saya mendapat respon dari mereka yang tercerahkan, terlebih yang tercerdaskan. Itu sudah cukup, sebab aliran informasi di dunia internet dan blogosfer sudah tidak perlu saya upayakan lagi, terjadi dengan sendirinya.

Rintangan Mental

Kita sudah memasuki dunia dan budaya global. Selain arus informasi, sisa-sisa budaya dunia industri tetap melekat, termasuk kerancuan budaya instan terhadap budaya efektivitas dan efisiensi. Jika tidak instan berarti tidak keren. Banyak yang berpendapat kalimat bahasa Indonesia terlalu panjang untuk ekspresi yang sama dalam Bahasa Inggris. Banyak kosakata asing diserap dengan lafal dan ejaan yang sesuai. Kita tak perlu merasa hipokrit atau munafik menuliskan kosakata tersebut sebab bahasa Indonesia tidak punya kosakata asli yang bermakna hipokrit dalam Bahasa Inggris atau munafik dalam Bahasa Arab.

Jika anda berpikir sepakat dengan Hericz bahwa Bahasa Indonesia itu gag cool . apakah anda memang cool saat berbahasa Inggris? Menyampaikan kecerdasan berpikir terkadang diekspresikan dalam bentuk paradoks atau hipokritikal.

Selain kesulitan menulis juga kita sering dihantui kewaswasan pembaca tidak akan mengerti, sehingga yang keluar adalah kalimat-kalimat yang berprinsip “yang penting yang baca ngerti”. Prinsip ini akhirnya diterapkan dalam kondisi apapun, menjadi asumsi yang berlebihan. Jeleknya malah menghilangkan impresi terhadap apa yang kita tulis dan berlindung di balik alasan, “Makanya gaul dong, masa segitu aja gak ngerti? Nggak asik lu, ah!”

Makna Asosiatif

Terkadang saya heran terhadap makna asosiatif sehingga arti atau makna sebenarnya dilupakan orang. Kosakata seperti lokalisasi, gairah, atau merangsang cenderung membuat orang berpikir mesum meskipun dalam konteks yang jauh dari kemesuman. Blog ini saya pasang dengan lokalisasi bahasa Indonesia untuk merangsang penggunaan bahasa Indonesia dalam aplikasi blog agar lebih bergairah. Apakah anda terangsang dan lebih bergairah melihat lokalisasi antarmuka blog ini?

Orang cenderung menghindari penggunaan kosakata seperti di atas karena kewaswasan berlebihan disalahartikan pembaca, padahal dengan kalimat yang sama dan dengan penggantian kosakata lain tidaklah akan mengubah arti kalimat itu sendiri.

Bentukan Waktu

Saat pendapat dikemukakan mengenai bahasa Indonesia tidak mengenal bentukan kata terhadap waktu maka pendapat tersebut pastilah disampaikan oleh kecerdasan seseorang yang mempunyai kemampuan bahasa lain, terutama Bahasa Inggris. Pendapat tersebut sering berakhir dalam kesimpulan bahwa bahasa Indonesia itu jelek. Mungkin menurut orang Prancis bahasa Indonesia itu jelek karena tidak mengenal gender untuk setiap kata bendanya. Mungkin menurut orang Arab bahasa Indonesia itu jelek karena tidak mengenal kata ganti tunggal, dua dan jamak. Mungkin juga menurut orang Cina bahasa Indonesia itu jelek karena hanya bisa dituliskan dengan satu bentuk saja, tidak seperti kata pedang yang bisa dituliskan puluhan bentuk dalam tulisan Cina.

Ketika orang berpikir sulitnya mengekspresikan sesuatu dalam bahasa Indonesia maka pikiran pertama yang datang adalah bahasa Indonesia itu sulit, dan menyulitkan. Namun di sisi lain orang lupa, sulitnya berbahasa Indonesia bisa jadi adalah ketidakmampuan berbahasa Indonesia meski setiap hari menggunakannya, bahkan telah diajari dan dipelajari belasan tahun di pendidikan formal.

Dari semua yang telah saya sampaikan di atas tentunya masih banyak faktor lain yang berpengaruh. Satu hal lain yang masih mengganjal bagi saya pribadi adalah tidak adanya Pusat Bahasa menyediakan situs panduan berbahasa, menyediakan kamus bahasa Indonesia online, menyediakan sarana online untuk menerima masukan serapan kosakata, menerbitkan kosakata baru secara resmi, dan banyak lagi.
Kadang saya berpikir apakah Pusat Bahasa tertinggal di landasan di era globalisasi ini?

DIGITAL THEORY

Digital Theory dalam hal ini memaparkan berbagai analisa dan teori yang berhasil disusun dan dikembangkan oleh para ahli. Digital teori meliputi banyak aspek diantaranya adlah digital culture dan berbagai teori media batu yang terus mengalami perkembangan. Dibawah ini akan dipaparkan berbagai penjelasan mengenai digital culture dan bebrapa teori media baru :
Teori Modernisme dan Media Lama.
Pada awal abad kesembilan belas dunia tengan mengalami perkembangan tehnologi yang sangat pesat. Dengan keyakinan dalam kemajuan ilmiah tak terhindarkan, banyak aspek
modernisme cenderung memiliki keyakinan optimis pada kekuatan modernitas untuk
mengubah kehidupan manusia menjadi lebih baik. Namun, sebagai abad kedua puluh berlangsung,sehingga yang brutal efek ilmu pengetahuan dan industrialisasi pada kehidupan manusia. Digital Kulture umumnya terkait dengan banyak perubahan yang telah terjadi setelah
revolusi industri. Sebuah ekonomi pasca-industri (kadang dikenal sebagai post-Fordist)
adalah salah satu di mana sebuah transisi ekonomi telah diambil tempat dari sebuah manufaktur berbasis ekonomi untuk suatu perekonomian jasa berbasis. Masyarakat ini ditandai dengan munculnya baru informasi teknologi, globalisasi pasar keuangan, pertumbuhan layanan dan pekerja kerah putih dan penurunan industri berat. Tidak mengherankan, terlihat bahwa budaya dan politik yang dihasilkan lewat post ‘-industri’ masyarakat akan sangat berbeda dengan yang didominasi oleh industry konteks modernisme. Perubahan ini sebagian budaya dapat dipahami sebagai tak terelakkan-produk masyarakat konsumen, dimana konsumsi dan rekreasi sekarang
menentukan pengalaman kita daripada pekerjaan dan produksi. Salah satu teori mengatakan bahwa, “Dalam masyarakat masa kini dan budaya – masyarakat pascaindustri, postmodern
budaya – Narasi besar … telah kehilangan kredibilitasnya, terlepas dari apa penyatuan cara menggunakan, terlepas dari apakah itu bersifat spekulatif narasi atau sebuah narasi emansipasi … Setiap kali kita pergi mencari penyebab dalam cara kita terikat akan kecewa
.” (Lyotard 1984: 37-8)
Teori Media Baru.
Dalam hal ini banyak sekali ahli yang berusaha mendefinisikan apa itu digital theory berdasrkan analisa dan pengamatan masing-masing ahli. Mereka menghubungkan antara dunia digital dengan kehidupan anusia yang cenderung sudah mengarah kearah dunia digital yang penuh dengan kemudahan. New Media adalah ekspresi terbaik yang tersedia dari logika identitas dalam masyarakat – memilih nilai-nilai dari beberapa pilihan menu.Teori media baru ini lebih menekankan pada hal-hal yang saat ini sangat diinginkan oleh menusia yaitu dimana terdapat suatu media yang dapat membuat orang lebih aktif dan tidak hanya menjadi penonton saja. Banyak teori yang mungkin mengatakan bahwa New Media secara otomatis akan memperbaiki dunia kita menjadi lebih baik, tetapi kita di masa depan kesejahteraan jelas terletak pada bagaimana dan apa yang kita lakukan dengan pilihan yang kita sekarang memiliki yang ditawarkan.

ON THE INTERNET

Internet adalah sistem saling global jaringan komputer yang menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP / IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Ini adalah jaringan dari jaringan yang terdiri dari jutaan swasta, publik, bisnis, akademis, dan jaringan pemerintah, dari lokal untuk lingkup global, yang dihubungkan oleh sebuah array yang luas dari jaringan optik teknologi dan elektronik. Internet membawa berbagai macam informasi sumber daya dan layanan, seperti inter-linked hypertext dokumen dari Worl Wide Web (WWW) dan infrastruktur untuk mendukun surat elektronik .
Kebanyakan media komunikasi tradisional termasuk telepon, musik, film, dan televisi sedang dibentuk kembali maupun didefinisikan ulang oleh Internet. Surat kabar, buku dan penerbitan cetak lainnya yang harus beradaptasi dengan situs Web dan Blog . Internet telah diaktifkan atau mempercepat bentuk-bentuk baru interaksi manusia melalui pesan instan , forum internet, dan jejaring sosial . Belanja online meningkat drastis baik untuk gerai ritel besar dan kecil pengrajin dan pedagang. Business to bisnis dan jasa keuangan di Internet mempengaruhi pasokan rantai di seluruh industri.
Asal-usul Internet mencapai kembali ke tahun 1960-an dengan kedua penelitian swasta dan Amerika Serikat militer ke jaringan komputer kuat, fault-tolerant, dan didistribusikan. Dana sebesar US baru tulang punggung oleh National Sience Foundation , serta pendanaan swasta untuk tulang punggung komersial lainnya, menyebabkan partisipasi seluruh dunia dalam pengembangan teknologi jaringan baru, dan penggabungan banyak jaringan. Komersialisasi dari apa yang oleh maka jaringan internasional pada pertengahan tahun 1990 mengakibatkan populerisasi dan penggabungan ke dalam hampir setiap aspek kehidupan manusia modern. Pada 2009, diperkirakan seperempat penduduk bumi menggunakan layanan Internet.
Internet tidak memiliki sentralisasi pemerintahan baik dalam implementasi teknologi atau kebijakan untuk akses dan penggunaan; setiap jaringan konstituen menetapkan standar sendiri. Hanya melampaui batas definisi dari dua pokok ruang nama di Internet, alamat Internet protocol ruang dan Sistem Nama Domain , diarahkan oleh organisasi pengelola, maka ICANN. Fondasi teknis dan standarisasi protokol inti ( IPv4 dan IPv6) adalah sebuah aktivitas Internet Engineering Task Force (IETF), sebuah organisasi nirlaba non afiliasi internasional peserta longgar bahwa siapa pun dapat mengaitkan dengan dengan menyumbangkan keahlian teknis. 
 
 
Terminology Terminologi 
 
Istilah Internet dan World Wide Web yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari tanpa perbedaan banyak. Namun, Internet dan World Wide Web tidak satu dan sama. Internet adalah sistem komunikasi data global. Ini adalah infrastruktur hardware dan software yang menyediakan konektivitas antara komputer.. Sebaliknya, Web adalah salah satu layanan komunikasi melalui Internet. Ini adalah kumpulan dokumen yang saling berhubungan dan sumber daya , dihubungkan oleh hyperlink dan url .
Internet istilah, ketika mengacu pada sistem global seluruh jaringan IP, secara tradisional diperlakukan sebagai kata benda dan ditulis dengan awal huruf kapital . Dalam media dan budaya populer tren telah dikembangkan untuk menganggapnya sebagai istilah atau kata benda umum generik dan dengan demikian menuliskannya sebagai "internet", tanpa kapitalisasi.

Senin, 27 September 2010

Perkembangan RAM

RAM

RAM yang merupakan singkatan dari Random Access Memory ditemukan oleh Robert Dennard dan diproduksi secara besar – besaran oleh Intel pada tahun 1968, jauh sebelum PC ditemukan oleh IBM pada tahun 1981. Dari sini lah perkembangan RAM bermula. Pada awal diciptakannya, RAM membutuhkan tegangan 5.0 volt untuk dapat berjalan pada frekuensi 4,77MHz, dengan waktu akses memori (access time) sekitar 200ns (1ns = 10-9 detik).

DRAM

Pada tahun 1970, IBM menciptakan sebuah memori yang dinamakan DRAM. DRAM sendiri merupakan singkatan dari Dynamic Random Access Memory. Dinamakan Dynamic karena jenis memori ini pada setiap interval waktu tertentu, selalu memperbarui keabsahan informasi atau isinya. DRAM mempunyai frekuensi kerja yang bervariasi, yaitu antara 4,77MHz hingga 40MHz.



FPRAM

Fast Page Mode DRAM atau disingkat dengan FPM DRAM ditemukan sekitar tahun 1987. Sejak pertama kali diluncurkan, memori jenis ini langsung mendominasi pemasaran memori, dan orang sering kali menyebut memori jenis ini “DRAM” saja, tanpa menyebut nama FPM. Memori jenis ini bekerja layaknya sebuah indeks atau daftar isi. Arti Page itu sendiri merupakan bagian dari memori yang terdapat pada sebuah row address. Ketika sistem membutuhkan isi suatu alamat memori, FPM tinggal mengambil informasi mengenainya berdasarkan indeks yang telah dimiliki. FPM memungkinkan transfer data yang lebih cepat pada baris (row) yang sama dari jenis memori sebelumnya. FPM bekerja pada rentang frekuensi 16MHz hingga 66MHz dengan access time sekitar 50ns. Selain itu FPM mampu mengolah transfer data (bandwidth) sebesar 188,71 Mega Bytes (MB) per detiknya.

Memori FPM ini mulai banyak digunakan pada sistem berbasis Intel 286, 386 serta sedikit 486.



EDORAM

Pada tahun 1995, diciptakanlah memori jenis Extended Data Output Dynamic Random Access Memory (EDO DRAM) yang merupakan penyempurnaan dari FPM. Memori EDO dapat mempersingkat read cycle-nya sehingga dapat meningkatkan kinerjanya sekitar 20 persen. EDO mempunyai access time yang cukup bervariasi, yaitu sekitar 70ns hingga 50ns dan bekerja pada frekuensi 33MHz hingga 75MHz. Walaupun EDO merupakan penyempurnaan dari FPM, namun keduanya tidak dapat dipasang secara bersamaan, karena adanya perbedaan kemampuan.

Memori EDO DRAM banyak digunakan pada sistem berbasis Intel 486 dan kompatibelnya serta Pentium generasi awal.



SDRAM PC66

Pada peralihan tahun 1996 – 1997, Kingston menciptakan sebuah modul memori dimana dapat bekerja pada kecepatan (frekuensi) bus yang sama / sinkron dengan frekuensi yang bekerja pada prosessor. Itulah sebabnya mengapa Kingston menamakan memori jenis ini sebagai Synchronous Dynamic Random Access Memory (SDRAM). SDRAM ini kemudian lebih dikenal sebagai PC66 karena bekerja pada frekuensi bus 66MHz. Berbeda dengan jenis memori sebelumnya yang membutuhkan tegangan kerja yang lumayan tinggi, SDRAM hanya membutuhkan tegangan sebesar 3,3 volt dan mempunyai access time sebesar 10ns.

Dengan kemampuannya yang terbaik saat itu dan telah diproduksi secara masal, bukan hanya oleh Kingston saja, maka dengan cepat memori PC66 ini menjadi standar memori saat itu. Sistem berbasis prosessor Soket 7 seperti Intel Pentium klasik (P75 – P266MMX) maupun kompatibelnya dari AMD, WinChip, IDT, dan sebagainya dapat bekerja sangat cepat dengan menggunakan memori PC66 ini. Bahkan Intel Celeron II generasi awal pun masih menggunakan sistem memori SDRAM PC66.



SDRAM PC100

Selang kurun waktu setahun setelah PC66 diproduksi dan digunakan secara masal, Intel membuat standar baru jenis memori yang merupakan pengembangan dari memori PC66. Standar baru ini diciptakan oleh Intel untuk mengimbangi sistem chipset i440BX dengan sistem Slot 1 yang juga diciptakan Intel. Chipset ini didesain untuk dapat bekerja pada frekuensi bus sebesar 100MHz. Chipset ini sekaligus dikembangkan oleh Intel untuk dipasangkan dengan prosessor terbaru Intel Pentium II yang bekerja pada bus 100MHz. Karena bus sistem bekerja pada frekuensi 100MHz sementara Intel tetap menginginkan untuk menggunakan sistem memori SDRAM, maka dikembangkanlah memori SDRAM yang dapat bekerja pada frekuensi bus 100MHz. Seperti pendahulunya PC66, memori SDRAM ini kemudian dikenal dengan sebutan PC100.

Dengan menggunakan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC100 mempunyai access time sebesar 8ns, lebih singkat dari PC66. Selain itu memori PC100 mampu mengalirkan data sebesar 800MB per detiknya.

Hampir sama dengan pendahulunya, memori PC100 telah membawa perubahan dalam sistem komputer. Tidak hanya prosessor berbasis Slot 1 saja yang menggunakan memori PC100, sistem berbasis Soket 7 pun diperbarui untuk dapat menggunakan memori PC100. Maka muncullah apa yang disebut dengan sistem Super Soket 7. Contoh prosessor yang menggunakan soket Super7 adalah AMD K6-2, Intel Pentium II generasi akhir, dan Intel Pentium II generasi awal dan Intel Celeron II generasi awal.



DRDRAM

Pada tahun 1999, Rambus menciptakan sebuah sistem memori dengan arsitektur baru dan revolusioner, berbeda sama sekali dengan arsitektur memori SDRAM.Oleh Rambus, memori ini dinamakan Direct Rambus Dynamic Random Access Memory. Dengan hanya menggunakan tegangan sebesar 2,5 volt, RDRAM yang bekerja pada sistem bus 800MHz melalui sistem bus yang disebut dengan Direct Rambus Channel, mampu mengalirkan data sebesar 1,6GB per detiknya! (1GB = 1000MHz). Sayangnya kecanggihan DRDRAM tidak dapat dimanfaatkan oleh sistem chipset dan prosessor pada kala itu sehingga memori ini kurang mendapat dukungan dari berbagai pihak. Satu lagi yang membuat memori ini kurang diminati adalah karena harganya yang sangat mahal.



RDRAM PC800

Masih dalam tahun yang sama, Rambus juga mengembangkan sebuah jenis memori lainnya dengan kemampuan yang sama dengan DRDRAM. Perbedaannya hanya terletak pada tegangan kerja yang dibutuhkan. Jika DRDRAM membutuhkan tegangan sebesar 2,5 volt, maka RDRAM PC800 bekerja pada tegangan 3,3 volt. Nasib memori RDRAM ini hampir sama dengan DRDRAM, kurang diminati, jika tidak dimanfaatkan oleh Intel.

Intel yang telah berhasil menciptakan sebuah prosessor berkecepatan sangat tinggi membutuhkan sebuah sistem memori yang mampu mengimbanginya dan bekerja sama dengan baik. Memori jenis SDRAM sudah tidak sepadan lagi. Intel membutuhkan yang lebih dari itu. Dengan dipasangkannya Intel Pentium4, nama RDRAM melambung tinggi, dan semakin lama harganya semakin turun.



SDRAM PC133

Selain dikembangkannya memori RDRAM PC800 pada tahun 1999, memori SDRAM belumlah ditinggalkan begitu saja, bahkan oleh Viking, malah semakin ditingkatkan kemampuannya. Sesuai dengan namanya, memori SDRAM PC133 ini bekerja pada bus berfrekuensi 133MHz dengan access time sebesar 7,5ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,06GB per detiknya. Walaupun PC133 dikembangkan untuk bekerja pada frekuensi bus 133MHz, namun memori ini juga mampu berjalan pada frekuensi bus 100MHz walaupun tidak sebaik kemampuan yang dimiliki oleh PC100 pada frekuensi tersebut.



SDRAM PC150

Perkembangan memori SDRAM semakin menjadi – jadi setelah Mushkin, pada tahun 2000 berhasil mengembangkan chip memori yang mampu bekerja pada frekuensi bus 150MHz, walaupun sebenarnya belum ada standar resmi mengenai frekunsi bus sistem atau chipset sebesar ini. Masih dengan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC150 mempunyai access time sebesar 7ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,28GB per detiknya.

Memori ini sengaja diciptakan untuk keperluan overclocker, namun pengguna aplikasi game dan grafis 3 dimensi, desktop publishing, serta komputer server dapat mengambil keuntungan dengan adanya memori PC150.



DDR SDRAM

Masih di tahun 2000, Crucial berhasil mengembangkan kemampuan memori SDRAM menjadi dua kali lipat. Jika pada SDRAM biasa hanya mampu menjalankan instruksi sekali setiap satu clock cycle frekuensi bus, maka DDR SDRAM mampu menjalankan dua instruksi dalam waktu yang sama. Teknik yang digunakan adalah dengan menggunakan secara penuh satu gelombang frekuensi. Jika pada SDRAM biasa hanya melakukan instruksi pada gelombang positif saja, maka DDR SDRAM menjalankan instruksi baik pada gelombang positif maupun gelombang negatif. Oleh karena dari itu memori ini dinamakan DDR SDRAM yang merupakan kependekan dari Double Data Rate Synchronous Dynamic Random Access Memory.

Dengan memori DDR SDRAM, sistem bus dengan frekuensi sebesar 100 – 133 MHz akan bekerja secara efektif pada frekuensi 200 – 266 MHz. DDR SDRAM pertama kali digunakan pada kartu grafis AGP berkecepatan ultra. Sedangkan penggunaan pada prosessor, AMD ThunderBird lah yang pertama kali memanfaatkannya.



DDR RAM

Pada 1999 dua perusahaan besar microprocessor INTEL dan AMD bersaing ketat dalam meningkatkan kecepatan clock pada CPU. Namun menemui hambatan, karena ketika meningkatkan memory bus ke 133 Mhz kebutuhan Memory (RAM) akan lebih besar. Dan untuk menyelesaikan masalah ini maka dibuatlah DDR RAM (double data rate transfer) yang awalnya dipakai pada kartu grafis, karena sekarang anda bisa menggunakan hanya 32 MB untuk mendapatkan kemampuan 64 MB. AMD adalah perusahaan pertama yang menggunakan DDR RAM pada motherboardnya.



DDR2 RAM

Ketika memori jenis DDR (Double Data Rate) dirasakan mulai melambat dengan semakin cepatnya kinerja prosesor dan prosesor grafik, kehadiran memori DDR2 merupakan kemajuan logis dalam teknologi memori mengacu pada penambahan kecepatan serta antisipasi semakin lebarnya jalur akses segitiga prosesor, memori, dan antarmuka grafik (graphic card) yang hadir dengan kecepatan komputasi yang berlipat ganda.

Perbedaan pokok antara DDR dan DDR2 adalah pada kecepatan data serta peningkatan latency mencapai dua kali lipat. Perubahan ini memang dimaksudkan untuk menghasilkan kecepatan secara maksimum dalam sebuah lingkungan komputasi yang semakin cepat, baik di sisi prosesor maupun grafik.

Selain itu, kebutuhan voltase DDR2 juga menurun. Kalau pada DDR kebutuhan voltase tercatat 2,5 Volt, pada DDR2 kebutuhan ini hanya mencapai 1,8 Volt. Artinya, kemajuan teknologi pada DDR2 ini membutuhkan tenaga listrik yang lebih sedikit untuk menulis dan membaca pada memori.

Teknologi DDR2 sendiri lebih dulu digunakan pada beberapa perangkat antarmuka grafik, dan baru pada akhirnya diperkenalkan penggunaannya pada teknologi RAM. Dan teknologi DDR2 ini tidak kompatibel dengan memori DDR sehingga penggunaannya pun hanya bisa dilakukan pada komputer yang memang mendukung DDR2.



DDR3 RAM

RAM DDR3 ini memiliki kebutuhan daya yang berkurang sekitar 16% dibandingkan dengan DDR2. Hal tersebut disebabkan karena DDR3 sudah menggunakan teknologi 90 nm sehingga konsusmsi daya yang diperlukan hanya 1.5v, lebih sedikit jika dibandingkan dengan DDR2 1.8v dan DDR 2.5v. Secara teori, kecepatan yang dimiliki oleh RAM ini memang cukup memukau. Ia mampu mentransfer data dengan clock efektif sebesar 800-1600 MHz. Pada clock 400-800 MHz, jauh lebih tinggi dibandingkan DDR2 sebesar 400-1066 MHz (200- 533 MHz) dan DDR sebesar 200-600 MHz (100-300 MHz). Prototipe dari DDR3 yang memiliki 240 pin. Ini sebenarnya sudah diperkenalkan sejak lama pada awal tahun 2005. Namun, produknya sendiri benar-benar muncul pada pertengahan tahun 2007 bersamaan dengan motherboard yang menggunakan chipset Intel P35 Bearlake dan pada motherboard tersebut sudah mendukung slot DIMM

 

Motherboard Yang Baik

Motherboard adalah bagian utama dari komputer, jadi kita harus membeli yang terbaik dan terbaru. Karena disinilah tempat untuk menghubungkan berbagai macam device computer seperti prosesor, CD/DVD ROM, RAM, VGA dsb. Bahkan jika ingin merakit komputer hal yang pertama diperhatikan adalah kemampuan dari motherboard itu sendiri.

Nah loh maka daripada itu kamu harus benar-benar paham akan bagaimana sebuah motherboard itu dikatakan terbaik atau tidak. Ingat ya terbaik belum tentu terbaru. Karena bisa saja motherboard generasi lama alias tua dapat di overclock untuk mendapatkan kemampuan melebihi yang terbaru.

Ada beberapa test yang biasa dilakukan untuk menentukan sebuah motherboard itu terbaik atau terburuk yaitu gaming test STALKER, sintetic test PCMARK Vantage, dsb. Selain itu apakah motherboard itu sudah mampu mensupport tekhnologi terbaru. Oh ya bagi yang masih newbie, ingat ya processor Intel tidak bisa ditanamkan di motherboard khusus AMD prosesor.