If something is worth doing, then it's worth doing right

INGET

Bangsa Elo Bangsa Penyampah, Lebih Baik Makan Dari Sampah Daripada dimakan Sumpah

Selasa, 28 September 2010

DIGITAL THEORY

Digital Theory dalam hal ini memaparkan berbagai analisa dan teori yang berhasil disusun dan dikembangkan oleh para ahli. Digital teori meliputi banyak aspek diantaranya adlah digital culture dan berbagai teori media batu yang terus mengalami perkembangan. Dibawah ini akan dipaparkan berbagai penjelasan mengenai digital culture dan bebrapa teori media baru :
Teori Modernisme dan Media Lama.
Pada awal abad kesembilan belas dunia tengan mengalami perkembangan tehnologi yang sangat pesat. Dengan keyakinan dalam kemajuan ilmiah tak terhindarkan, banyak aspek
modernisme cenderung memiliki keyakinan optimis pada kekuatan modernitas untuk
mengubah kehidupan manusia menjadi lebih baik. Namun, sebagai abad kedua puluh berlangsung,sehingga yang brutal efek ilmu pengetahuan dan industrialisasi pada kehidupan manusia. Digital Kulture umumnya terkait dengan banyak perubahan yang telah terjadi setelah
revolusi industri. Sebuah ekonomi pasca-industri (kadang dikenal sebagai post-Fordist)
adalah salah satu di mana sebuah transisi ekonomi telah diambil tempat dari sebuah manufaktur berbasis ekonomi untuk suatu perekonomian jasa berbasis. Masyarakat ini ditandai dengan munculnya baru informasi teknologi, globalisasi pasar keuangan, pertumbuhan layanan dan pekerja kerah putih dan penurunan industri berat. Tidak mengherankan, terlihat bahwa budaya dan politik yang dihasilkan lewat post ‘-industri’ masyarakat akan sangat berbeda dengan yang didominasi oleh industry konteks modernisme. Perubahan ini sebagian budaya dapat dipahami sebagai tak terelakkan-produk masyarakat konsumen, dimana konsumsi dan rekreasi sekarang
menentukan pengalaman kita daripada pekerjaan dan produksi. Salah satu teori mengatakan bahwa, “Dalam masyarakat masa kini dan budaya – masyarakat pascaindustri, postmodern
budaya – Narasi besar … telah kehilangan kredibilitasnya, terlepas dari apa penyatuan cara menggunakan, terlepas dari apakah itu bersifat spekulatif narasi atau sebuah narasi emansipasi … Setiap kali kita pergi mencari penyebab dalam cara kita terikat akan kecewa
.” (Lyotard 1984: 37-8)
Teori Media Baru.
Dalam hal ini banyak sekali ahli yang berusaha mendefinisikan apa itu digital theory berdasrkan analisa dan pengamatan masing-masing ahli. Mereka menghubungkan antara dunia digital dengan kehidupan anusia yang cenderung sudah mengarah kearah dunia digital yang penuh dengan kemudahan. New Media adalah ekspresi terbaik yang tersedia dari logika identitas dalam masyarakat – memilih nilai-nilai dari beberapa pilihan menu.Teori media baru ini lebih menekankan pada hal-hal yang saat ini sangat diinginkan oleh menusia yaitu dimana terdapat suatu media yang dapat membuat orang lebih aktif dan tidak hanya menjadi penonton saja. Banyak teori yang mungkin mengatakan bahwa New Media secara otomatis akan memperbaiki dunia kita menjadi lebih baik, tetapi kita di masa depan kesejahteraan jelas terletak pada bagaimana dan apa yang kita lakukan dengan pilihan yang kita sekarang memiliki yang ditawarkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar