If something is worth doing, then it's worth doing right

INGET

Bangsa Elo Bangsa Penyampah, Lebih Baik Makan Dari Sampah Daripada dimakan Sumpah

Rabu, 03 Maret 2010

Cerita Kepada Sang Ayah

Hari ini jumat 26 februari 2010, diusiaku yang sudah bertambah tua ini sepertinya aku semakin menjadi-jadi. Kapankah semua ini akan berakhir, aku tak tahu. Kapankah semua ini akan berubah, aku tak tahu. Apakah aku harus kembali kemasa kecilku dulu? kembali keperaduanmu Ibuku, ayahku,..
“Ayah… tampaknya anakmu ini tidak menjalankan semua amanahmu. “ibu,.. tampaknya anakmu ini tidak menjalankan semua perintahmu, ayah dan ibu maafkan anakmu yang sepertinya mulai bersikap durhaka kepadamu, “berbuat seenak wudelnya dewe” kata orang jawa. Ayah yang dulu telah mengajari aku berbagai ilmu agama dan sopan santun, hingga aku menjadi seorang muslim yang sangat patuh kepada Allah dan kepada kedua orang tuaku, aku yang dulu sebagai seorang muslim yang tangguh, aku yang dulu rajin dan tekun melaksanakan semua perintah dan laranganNya, semuanya telah berubah. Maafkan aku ayah, maafkan aku ibu, saat ini aku telah berubah, aku anakmu tidak lagi seperti yang dulu lagi, anakmu yang rajin dan tekun belajar, anakmu yang senantiasa berbuat baik kepada sesama tapi kini aku hanya seorang muslim yang cengeng, mudah menyerah, dan tidak pandai bersyukur kepadaNya. Aku hanya bisa berdoa kepada Tuhan, semoga semua ini cepat berlalu…
Aku ingin seperti kala itu, Ayah. Saat aku taat kepada Tuhanku, saat aku memegang amanahmu ayahku, amanahmu Ibuku, dan saat aku mencintai kehidupanku. Semoga hari ini Allah mengetuk pintu hatiku untuk kembali kepadaNya, kembali kejalanNya yang lurus dan kejalanNya yang benar.
Hari ini, seperti biasa aku bangun kesiangan tepat jam 08.00 WIB. Sholat shubuh terlewatkan lagi, timbul sedikit penyesalan dalam hati ini namun rasa itu tidak berlangsung lama. Beda seperti kala itu, seperti ada yang tidak lengkap jika aku meninggalkan salah satu kewajiban sholat lima waktuku. Kini, rasa itu hilang setelah beberapa menit saja. Penyesalan itu hilang begitu saja,hilang melayang disapu angin-angin kencang dijalanan. Nampaknya bisikan setan berhasil mempengaruhi hatiku saat itu. Aku tetap senang, aku tetap terbang bebas seolah-olah tidak ada beban apapun, seolah-olah semua kewajibanku hari ini telah aku penuhi. Yaaah seperti inilah apa yang aku rasakan, seolah-olah aku tidak melakukan dosa sedikitpun, dan tidak lagi takut kepada Kamu Tuhanku.
Begit terbangun dari ranjang yang lusuh, aku langsung menyalakan laptop dan memutar lagu kenceng seperti biasanya, lagu Rock Napalm Death yang berisik sekali kata tetangga-tetangga deket kostanku. Bermalas-malasan dikostan, tidur, ngenet, makan, ngerokok, “huh kebiasaan buruk yang susah ditinggalkan, keluhku”. Seperti orang-orang yang sudah tidak lagi beradat dan beragama aku saat ini. Tidak peduli sama warga sekitar, tidak peduli sama orang lain, berbuat seenaknya sendiri. Bagaikan dunia ini milikku sendiri. Bagaiklan  hidup didunia ini sendiri dan tak ada orang lain selain aku.
Hari beranjak siang, matahari bersinar terang dan aku bangkit menyambar sebuah handuk terus menuju kamar mandi membasuh mukaku dengan air. Setelah itu, aku makan dan online lagi seperti biasanya, facebookkan, YMan, Serching dan download “Bosaaaaaaaaaaaan…. “keluhku.
Ayah,.. ibu,..aku hanya mau member tahumu, saat ini anakmu memasuki semester yang ke delapan, aku hanya mengambil 3 SKS kuliah dan 3 SKS Praktek Kerja Lapang dan memang itu yang sudah menjadi mata kuliah yang wajib aku ambil. Karena aku piker menunggu bulan juli untuk PKL di PT. Berau-Coal Kalimantan Timur adalah waktu yang lumayan lama makanya aku mengambil mata kuliah lagi yah syukur-syukur bisa menaikkan IPK ku. Sembari kuliah semester ini aku juga sedang melakukan penelitian, penelitianku tentang “Pemupukan Lanjutan Pohon Jabon” ayah tentu taulah pohon jabon seperti apa, ayah sendiri setiap hari bergelut dengan kayu-kayu untuk didikan sebuah pintu, lemari dan lain sebagainya. Ayah, Ibu, aku mohon doa restu buat melakukan semua aktivitas hidup ini yang semakin lama semakin berat saja. Doakan aku anakmu, sukses dan cepat lulus.
Waktu menunjukkan jam setengah 12.00 WIB, aku segera mandi dan bersiap-siap sholat jumat. Tanpa aku sadari sang khotib berkhutbah bahwasannya hari ini adalah 12 rabiul awal, hari dimana Rasullullah SAW dilahirkan.  hari ulang tahun orang yang aku jadikan idolaku selama ini aja aku lupa, bagaimana bisa aku mengikuti jejak dan langkahnya menuju surga yang penuh dengan kenikmatan didalamnya.
Ya Allah, aku menyesal, aku seperti kehilangan, lupa akan hal-hal baik semacam itu, lupa akah arah dan langkah hidupku. Yang aku tahu hari ini adalah tanggal merah karena teman-temanku libur dari kuliahnya.
Ayah, ibu…aku ingin berubah,  berubah seperti kala dulu yah.
Aku yakin hal seperti ini terjadi hanya untuk saat ini saja. Semoga kelak aku seperti ayah dan ibu yang senantiasa ingat kepada-Nya dan senantiasa mengagungkan nama-Nya.
Ayah, aku menyesal sudah melupakan hari jadinya Nabi Kita Muhammad SAW, yang pernah aku ceritakan sama ayah dan ibu kalau aku sangat mengidolakan Beliau (Kanjeng Nabi Muhammad SAW), hari senin ini Nabi kita dilahirkan sama seperti hari dimana aku dilahirkan waktu itu.
ayah,ibu,..aku memang sudah dewasa, tapi nasihat ayah dan ibu tetap aku harapkankan kehadirannya buat aku.
ayah dan ibu jangan lupakan aku Anakmu. Aku butuh nasehat-nasehatmu selalu. Siapa lagi ayah, siapa lagi ibu yang akan mengingatkan aku, kalau bukan ayah dan ibu. Memang si ayah sesekali teman-temanku mengingatkan aku, aku hanya sebatangkara ayah, dibogor ini. Teman-teman kostan bengsek semua yah, Kostan sudah dijajah sepertinya sama syaithan, dan malaikat-malaikat sudah pergi jauh meninggalkan kostan.
            Semoga aku tidak berlarut-larut berada dijalan yang tida benar ini, tidak berlarut-larut melalui jalan yang sesat ini. Aku berjanji sama ayah dan juga ibu, aku tidak akan menjadi orang yang seperti ini selamanya, aku akan tetap semangat untuk lebih mendekatkan diri kepadaNya, dan akan senantiasa mendengarkan nasihat ayah waktu dulu.
Benar kata Soe Hok Gie, “Bahwa kebenaran hanya ada dilangit, dan kehidupan di dunia ini adalah palsu”. Oleh karena itu mulai detik ini aku akan selalu ingat kepadaMu sang Kholik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar