If something is worth doing, then it's worth doing right

INGET

Bangsa Elo Bangsa Penyampah, Lebih Baik Makan Dari Sampah Daripada dimakan Sumpah

Minggu, 18 September 2011

LAPORAN FIELD VISIT

Kelompok 1 : Hendra Jaya, Surahman, Marda Deta, Isnaini Fatimah, Desi Nurmayati
Tempat dan waktu : Gurach Batu Esteate Divisi II pada Rabu 10 Agustus 2011
Pembimbing lapang : Bapak Tumin (Ast. Senior)
Materi : Kebun Entres

URAIAN PENGAMATAN
Berdasarkan rekomendasi dari SIRAT maka pada kebun entres di Divisi III Gurach Batu dikembangkan 9 klon tanaman karet. Klon-klon tersebut adalah sebagai berikut:
a) PB330
b) PB260
c) PB340
d) PB217
e) PM10
f) RRIC100
g) RRIM921
h) T3401
i) T3601
Luas total afd.2 adalah 810 ha (680 ha karet dan 183 sawit), luas kebun entres 6 ha.

1. PERSIAPAN LAHAN KEBUN ENTRES
Persiapan lahan/penataan areal:
a) Penentuan areal: syarat (areal harus datar, tidak terlindung, tidak tergenang bila hujan, dan bukan areal bekas penyakit)
b) Pembukaan lahan: lahan harus bersih dari hama penyakit terutama busuk akar, lokasi yang akan dibangun sebagai kebun entres harus jauh dari kebun TBM atau TM untuk menjaga kemurnian batang entres
c) Kegiatan yang dilakukan dalam pembukaan dan persiapan lahan: imas, tumbang, rencek/perun, rumpuk (untuk entres rumpukan dilakukan diluar areal entres), pancang (untuk jarak tanam), pengolahan tanah (kegiatan paling penting untuk dilakukan untuk menghindari HPT)
d) Kegiatan pengolahan tanah: ripping 1, ripping 2, ayap akar 1, cangkul 1, ayap akar 2, cangkul 2, ayap akar 3, harrow
e) Dibuat plot-plot untuk setiap jenis klon (luas plot berbeda-beda disesuaikan dengan kebutuhan) dan pada sudut tiap plot dipasang patok yang menunjukkan nomor plot, jenis klon, jumlah tanaman, dan jumlah baris tanaman
f) Dilakukan penaburan kapur/belerang yang bertujuan untuk mencegah adanya penyakit JAP

2. PENANAMAN
a) Jarak tanam yang digunakan: 1,5 x 1,5
b) Pembuatan lubang tanam: 45(P) x 45(L) x 60(D)
c) Bibit yang digunakan untuk kebun entres berasal dari bibit okulasi (klon yang diinginkan) yang telah siap tanam (2-2,5 bulan atau telah memiliki payung 1 tua)
d) Disediakan 10% - 15% kebutuhan bibit di kebun entres untuk mejaga jumlah planting point
e) Sebelum penanaman lubang tanam ditaburi dengan RP
f) Penanaman (polybag dibuka pada saat penanaman)

3. PEMELIHARAAN ENTRES
a) Clean Weeding: kegiatan pembersihan tanaman dari gulma pengganggu secara total (s/d umur 12 bulan), lakukan blanket spraying bila tanaman sudah memungkinkan 4x setahun
b) Penunasan tunas palsu yang keluar dari batang bawah (membuang tunas yang tidak diharapkan)
c) Pemupukan: NPKMg 15:15:6:4 dosis 4 gram/polybag dilakukan setiap 2 minggu sekali, dilakukan selama 12 bulan

4. PEREMAJAAN KEBUN ENTRES
a) Cut back entres di atas crown 30 cm dari mata tunas, berumur 3-4 bulan dan pelihara 2 tunas yang akan digunakan untuk entres okulasi
b) setelah entres bercabang 2, potong lagi kedua cabang dan pelihara 2 tunas lagi yang posisinya berhadapan. Pelihara 4 tunas yang jagur.
c) setelah entres bercabang 4, potong kembali keempat tunas diatas crown 30 cm sehingga didapat cabang sebanyak 8 tunas. Kemudian dilakukan seleksi pada tunas-tunas yang kerdil, tumbuh mendatar sehingga jumlah tunas yang dipelihara maksimal 6 cabang.

5. CUT BACK (PEMOTONGAN BATANG ENTRES UNTUK MENDAPATKAN BATANG BARU)
a) alat yang digunakan: gergaji, kuas, lilin, kaleng pemasak lilin.
b) Pelaksanaan cut back dari batang entres untuk okulasi coklat dan hijau: potong miring pangkal batang entres 30 cm dari pertautan okulasi (maks. 2 btg per pokok), kalo ada 3 batang atau lebih buang batang tersebut dan sisakan, 2 kemudian olesi dengan lilin.
c) Dari batang entres coklat (untuk okulasi hijau): potong miring cabang entres 60 cm dan potongan harus sudah coklat, olesi lilin pada setiap bekas potongan
d) Lakukan perawatan: untuk entres coklat pelihara 2 tunas maksimal per pokok dan untuk entres hijau pelihara 4 tunas (cabang maksimal 8 tunas), penyemprotan Daconil WP 0,2% pada daun yang menunjukkan gejala penyakit
e) Lakukan pemupukan sesuai rekomendasi

6. OVER BUDDING
Over budding adalah kegiatan mengokulasi ulang pokok entres yang dilakukan dengan maksud untuk menggati dengan klon karet baru dengan menggunakan tanaman klon lama sebagai batang bawah, untuk mempertinggi tingkat kemurnian klon entres, untuk menambah jumlah tunas pada pokok entres.
Cara kerja yang dilakukan sama dengan kegiatan okulasi pada umumnya, hanya saja pada over budding ini sebagai tanaman bawah adalah tanaman klon yang lama dan tanaman atas adalah tanaman klon yang diinginkan.
Alat dan bahan: pisau okulasi, batu asah, plastik pembalut transparan, kain lap, mata entres, lilin, kaleng pemasak lilin.

Rekomendasi pemupukan entres ≤ 12 bulan:
Umur (bulan) NPK ZA Urea Rp MOP Kies
0 150
1 50
3 50 75
5 100
7 100 100
9 100
12 100 100

Pembongkaran kebun entres: pembongkaran kebun entres dilakukan menurut kebijakan manajemen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar