Kelompok 1 : Hendra Jaya, Surahman, Marda Deta, Isnaini Fatimah, Desi Nurmayati
Tempat dan waktu : Aek Salabat Esteate Div.1 Sabtu, 20 Agustus 2011
Pembimbing lapang : Bpk. Said (Ast. Senior)
Materi : Perkebunan Karet yang Layak dan Berkelanjutan
Tujuan utama dalam pengembangan tanaman karet adalah untuk mendapatkan produksi atau hasil maksimal dan berkelanjutan. Untuk memenuhi tujuan tersebut maka diperlukan suatu pengelolaan dan perencanaan yang benar-benar matang. Pengelolaan yang baik dan perencanaan yang matang ini harus dimulai dari tahap awal hingga akhir secara berkelanjutan. Dalam upaya mengembangkan tanaman karet secara berkelanjutan ini dibutuhkan suatu pemahaman tekhnik pengembangan dan budidaya yang baik dan benar yang kemudian diaplikasikan secara konsisten. Keseluruhan kegiatan tersebut merupakan bagian dari suatu manajemen yang baik.
Manajemen perkebunan karet merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari seluruh anggota serta penggunaan semua sumber daya yang ada pada kebun untuk menghasilkan pohon-pohon karet yang produktif dan berkelanjutan. Dalam manajemen dan teknologi perkebunan tanaman karet ini harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Syarat tumbuh tanaman karet
b. Klon-klon karet rekomendasi
c. Nahan tanam/bibit
d. Persiapan tanam dan penanaman
e. Pemeliharaan tanaman
f. Pemeliharaan tanaman: pengendalian gulma, pemupukan, dan pengendalian hama penyakit
g. Penyadapan/panen
Pada saat ini, untuk mendapatkan suatu areal yang luas dan mendukung dalam pengembangan tanaman karet bukanlah hal yang mudah. Untuk itu diperlukan suatu teknik-teknik tertentu dalam mengatasi tantangan tersebut. Keadaan seperti ini tentunya akan membutuhkan suatu pengorbanan dalam hal biaya. Seperti halnya dalam field visit yang telah dilakukan pada salah satu areal perkebunan PT Bakrie Sumatera Plantations.Tbk di Aek Salabat Estate. Kondisi lahan yang curam dan ekstrim menjadi sebuah tantangan dalam pengelolaan dan pengembangan tanaman karet. Pengelolaan areal yang curam dan ekstrim untuk pengembangan tanaman karet dapat dilakukan melalui beberapa perencanaan kegiatan-kegiatan seperti berikut ini:
a. Persiapan lahan
Persiapan lahan yang dilakukan di aek salabat estate meliputi kegiatan sebagai berikut:
• Penumbangan: penumbangan dilakukan secara mekanis menggunakan cain saw.
• Perumpukan: perumpukan dilakukan untuk mengumpulkan sisa-sisa pohon yang ada pada areal yang akan digunakan menanam karet. Pada lahan yang datar perumpukan dilakukan per 6-10 pokok tanaman. Yang sebelumnya telah dilakukan pemancangan dan ditandai menggunaka bendera pada setiap 50 m. Sedangkan pada areal yang berteras perumpukan dilakukan pada daerah lembah/low land.
• Pembuatan teras: pembuatan teras dilakukan untuk menghindari terjadinya erosi dan aliran permukaan. Permbuatan teras dimulai dari atas dan memotong kontur. Lebar teras 4-6 m.
b. Penanaman LCC
• Jarak tanam:
• Tehnik penanaman: penanaman dilakukan pada setiap gawangan.
c. Penanaman
• Jarak tanam yang digunakan: jarak tanam yang umumnya dipakai pada karet di PT BSP adalah 6,5x3m
• Lubang tanam: ukuran lubang tanam yang digunakan adalah 30x30x30
d. Pemeliharaan
• Pemeliharaan gulma
• Pemupukan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar